I made this widget at MyFlashFetish.com.


18 November 2009

hard to say

sebenernya gue pengeeeeen banget cerita tentang soulnation dan hal-hal seru lain yang belom gue ceritain disini. tapi ada satu hal yang kayaknya bikin mood buat nulis semua itu ilang: rasa kagum. ya, gue sedang mengagumi seseorang. dia bukan yang seperti gue bayangkan.

lihatlah kriteria cowok keren dan fakta kondisi "seseorang" itu
bisa main alat musik? paling mukulin kaleng doang haha. ganteng? kayaknya nggak. anak basket? bukaaaaan. cowok item? nyeh, bukan. tinggi? nggak juga.

tapi lihat yang satu ini
pinter? sure. baik? bangeeeeet. perhatian? yes (atau gue-nya ke-geer-an). lucu? menurut gue iya, but not physically.

haha gue mulai sadar bahwa ini saatnya gue membuka sisi lain dari diri gue. ketika gue mengagumi seseorang gue bingung harus ngomong ke siapa because gue ga mau orang lain tau. tiap ditanya tentang dia gue pasti menjawab dengan judes atau bahkaaaaan gue pura-pura melengos. munafik? ya, pasti. tapi kayaknya itu wajar deh, hampir setiap orang kayak gitu (nyari alesan hehe).

pokoknya intinya seperti itu: gue kagum sama dia, sama kebaikannya, sama kepinterannya, sama jokesnya. yah, gue gabisa cerita terlalu banyak juga sih disini, takut ada kontroversi haha.

keep smile pren
NB: cerpen yang di postingan sebelomnya masih cacat. jadi maap maap aja kalo banyak kata-kata yang aneh hehe

16 November 2009

cerpen bikinan aye

Hei kawaaan. Gue dapet tugas buat bikin cerpen and this is it! Selamat mebaca :D

Teledor

Siang ini cukup panas dari biasanya, mungkin pertanda akan hujan, kataku dalam hati. Ah, berjalan di tengah hujan sudah menjadi makananku sehari-hari sekarang. Jarak antara rumahku dan sekolah sebenarnya nggak terlalu jauh sih, tapi aku harus mengambil jalan memutar karena tidak ada angkutan lain. Ada dua jalan menuju rumahku. Pertama, naik angkutan umum sebentar, lalu naik ojek. Kedua, naik angkutan, lalu berjalan kaki melewati pasar sampai ke rumah. Aku akhirnya mengambil pilihan kedua karena hari ini uang sakuku yang tersisa nggak cukup buat naik ojek.


Ohya, sedikit bercerita tentang hal-hal yang terjadi di sekolah, hari ini aku lupa membawa buku tulis matematikaku. Entah kenapa bisa tertinggal, padahal aku merasa sudah memasukkan buku tersebut ke tasku. Ya sudahlah, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Toh, aku tidak, atau mungkin belum mendapatkan hukuman dari kelakuanku itu. Lupa akan sesuatu terlalu klasik di hidupku. Mamaku sering berkata bahwa aku teledor atau pelupa dan menasihatiku untuk merubah kelakuan itu, tapi masih saja sering terjadi.


Kembali ke saat pulang sekolah, aku pulang bersama temanku, namanya Asti. Sebelum sampai di pos angkutan umum, hujan deras pun mendera. Tuh kan, hujan. Aku dan Asti akhirnya ambil resiko untuk berjalan, atau lebih tepatnya berlari menerjang hujan karena kami ingin lekas sampai di rumah. Baru seperenam perjalanan, hujan pun dihiasi kilat. Oke, ini saatnya berteduh. Sekecil apapun hujan, kalau dihiasi kilat, aku tak mau ambil resiko.


Semenit, dua menit, lima menit, perutku mulai terasa panas. Aku lapar, begitu juga dengan Asti. Kebetulan, tak jauh dari tempatku berteduh, ada warung bakso yang enak dekat pasar. Asti pun mengajakku ke tempat itu. Sampai disana ternyata tokonya tutup! Karena benar-benar lapar, Asti sibuk memutar kepalanya mencari toko yang menjual makanan yang murah. Entah itu warteg atau warung asongan, yang penting makanan.


Tiba-tiba, mata Asti tertuju pada toko penjual kue kering, dan bahagianya ia ketika melihat ada tulisan 2000.


“Dhia, beli kue disitu aja yuk.” katanya padaku.

“Emang mau beli berapa? Bukannya harus beli kiloan ya?” jawabku.

“Nggak kok, itu ada yang dua ribuan.” Kata Asti seraya menunjuk tulisan 2000 di kaca lemari toko.

“Beneran dua ribuan?” tanyaku tak yakin.

“Ya sekalian tanya aja. Udahlah, gue udah laper banget nih!” kata Asti lagi.

“Ya udah, gue ikut aja.”


Akhirnya kami berlari kecil ke toko itu. Hujan masih stabil, tetap deras. Sampai di toko, Asti langsung bertanya kepada sang penjual dan ternyata harganya benar, dua ribu saja! Setelah memilih-milih kue apa yang akan dibeli, aku memilih kue manis berbentuk kotak-kotak kecil favoritku yang sampai sekarang aku masih belum tahu namanya dan Asti membeli keripik pisang. Lalu kami memakan kue itu di etalase toko yang terletak tepat di sebelah toko kue tadi.


Setengah kemasan telah habis, aku mengambil tempat minum di tasku karena rasanya tenggorokan ini seret banget. Tak lama setelah itu, Asti mengajakku untuk melanjutkan lagi perjalanan pulang. Hujan masih deras, tapi sudah tak ada kilat, jadi aku setuju dengan usulan Asti.


Aku basah kuyup ketika sampai di rumah. Untung buku-buku pelajaran sudah kumasukkan ke dalam plastik. Kalu tidak? Wah pasti buku-buku itu nggak ada bedanya denganku. Setelah berganti baju, aku nggak langsung mandi karena malas. Kayaknya lebih asyik kalau nonton televisi sekaligus update tentang berita yang sedang ramai dibicarakan banyak orang: KPK vs Polri. Mungkin banyak yang berpikir berita itu adalah santapan orang-orang yang berumur 20 tahun ke atas, tapi bagiku berita ini menarik.


Ketika sedang berleha-leha, pembantuku menanyakan tempat bekalku agar ia dapat mencucinya dengan segera. Setelah mengambil tempat bekal di tasku, pembantuku menanyakan dimana tempat minumku. Setelah mengingat-ingat, ternyata tempat minumku tertinggal di etalase toko tadi! Ya Tuhan, betapa teledornya aku!


Dengan kecepatan kuda, aku mengambil jaket dan sepeda lalu bergegas mengayuh ke arah pasar. Aku tak perduli lagi dengan pakaian yang melekat di badanku. Setelah kusadari di tengah jalan, aku hanya memakai celana pendek dan kaus biru oblong, untungnya masih ditutupi jaket. Dan kabar yang lebih “menggembirakan” lagi, hujan masih turun dengan derasnya.


Crass crass! Suara air dari kubangan sepanjang jalan menjadi musik yang mengiringi film laga yang sedang kumainkan. Sayang, itu terjadi hanya dalam bayanganku. Kenyataannya, ini kehidupan nyata dan aku sedang tidak bermain dalam film laga. Aku begitu panik karena takut tempat minum itu tak berada di tempat yang seharusnya. Aku telah menghilangkan dua tempat minum pemberian mamaku yang harganya tidak murah. Entah apa yang terjadi kalau itu terjadi untuk ketiga kalinya.


Setelah sedikit berkhayal tentang film laga tanpa mengurangi kecepatan, aku kembali fokus pada tempat minum itu. Aku harus cepat sampai sebelum tempat minum itu raib. Ya, harus! Kecepatanku tak kukurangi sama sekali. Rem pun tak kusentuh. Dan lagi-lagi, hujan masih tetap turun dengan derasnya. Oh, indah sekali.


Ketika sampai di etalase toko tersebut, betapa bersyukurnya aku melihat tempat minumku masih tergeletak manis disana. Peluk dan cium untuk tempat minumku tersayang. Kakiku terasa bergetar karena lelah mengayuh. Kuputuskan untuk berdiri di toko itu sejenak sambil menunggu kalau-kalau hujannya reda. Lagi dan lagi, hujan itu tetap turun dengan derasnya.


Terbesit bayang tentang rumahku yang hangat dan tenteram, aku pun mengayuh dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Kupegang erat-erat tempat minum biru kesayanganku itu. Dalam hati, aku bertekad untuk menghilangkan sifat teledorku ini agar tak merugikanku.


Eh, dipikir-pikir, kayaknya bagus juga punya sifat teledor. Kejadian-kejadian seru yang diakibatkan oleh sifat tersebut memberiku inspirasi untuk menulis cerpen. Lumayan, kan?


NB: based on true story of my life

keep smile pren

23 Oktober 2009

went to dufan bradeeeer

yeah akhirnya rencana yang telah diatur dari 99 abad yang lalu terlaksana juga! go to dufan with my lovely neighborhood (gratis pula) haha. e seru lho serius.

gue terakhir ke dufan itu waktu kelas 5. itupun sama adek adek gue yang masih cimi cimi, tetangga gue (kakak-beradek), ama emak gue + nyokap temen gue itu. anak kelas 5 bisa seru seruan naik apa coba disana? tapi se-nggak-nya gue bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. waktu itu gue naik rajawali 4 kali, piring berputar (atau apapun namanya) 5 kali, perang bintang, balada kera, istabon, dll. i was very cupu that time, makanya gue ga berani naik halilintar. apalagi temen gue waktu itu tingginya belom nyampe. hm sekedar selingan emak gue sempet jadi calo biar tiketnya murah haha. jadi emak 2 beli tiket kuartet yang buat empat orang, jadi jumlah tiketnya delapan sementara kita cuma bertujuh. akhirnya ada seorang ibu ibu yang ikut rombongan dengan membayar sedikit lebih murah dari seharusnya. alhasil kalo di itung itung, waktu itu gue cuma bayar 25ribu/orang buat masuk ke dufan! wahahaha what a smart mother!

nah, back to gue yang sekarang. uuu i love 18-10-2009. kita (gue, adek adek gue, ma parents and all my lovely neighbor) ke dufan buat ngerayain ultah bokap temen gue ama salah satu temen gue itu. rencana awal kita bakalan berangkat dengan pasukan berjumlah 30 orang. tak lama sebelum keberangkatan, diketahui bertambah personil 12 orang! omg, can you imagine that? sekampung dibawa semua. sampe sampe ada nenek nenek yang ngikut ck.

ohya, ini beberapa foto gue pas di dufan

dari kiri ke kanan: joan, hanif, badut pantat goyang goyang (believe it or not, i like the way he moves), dira, rafif, gue

bagus kaaaan? hehe

atas: joan, hanif
tengah: gue, dira, tania, bagas, reyvaldi (the birthdayboy), hana (adek gue)
bawah: rafif, ayu, bima (sialnya dia itu adek gue -,-), om ryanto (birthday man)

trio meong guk cuit


the girls

ohya, pas di dufan sempat terjadi insiden. pas gue dan kawan kawan lagi mau ke wahana bianglala, kira kira waktu itu abis maghrib, bokap gue nelfon sambil marah marah nyuruh pulang. huft bokap emang rada susah diajak ke tempat kayak gini. tapi dengan seribu jurus rayuan maut dari kawan dan petuah setuju dari emak, maka naiklah kami ke bianglala. thank God, akhirnya gue bisa juga ngerasain naik bianglala. memorable ;D

hopes can be there with you again guys

keep smile pren

11 Oktober 2009

update

hola amigos! huah sudah lama akika ga posting ya? ck yah biasalah, sibuk. first of all gue menyampaikan dukacita yang mendalam atas gempa yang terjadi di Padang. semoga mereka yang terkena bencana tabah menerimanya.

ohya i hav many updates nih. pertama, gue udah kelar ulangan mid lho! sialan, susah bro. eh tapi ulangan kali ini gue memiliki suatu kemajuan dalam cara belajar gue. yipee! gue bisa bertahan sekitar 1,5-2jam di depan meja belajar. padahal bisanya 15menit aja udah sukur hohohho. harusnya di catet nih di guinness book of world record (trivia version) hehe. yah sebenernya ga totally belajar sih tapi gue boleh dong merasa bangga? dan karena gue berhasil bertahan selama itu, gue mencatat hal hal yang membuat gue betah di depan meja belajar

1. meja belajar gue harus rapi. belakangan ini gue sadar kalo meja belajar gue ga pernah rapi dalam jangka waktu seminggu. yah terlalu sedikit waktu untuk membereskan meja belajar (lagak sok sibuk)

2. frozen yogurt dengan toping sirup marquisa :9 yeah, you hav to try it. beli aja pure froyo murahan, asal masih ada embel embel keselamatan buat perut lo. ya, gue juga pake froyo murahan hasil hunting emak gue di pusat perbelanjaan. hem sempat terjadi accident juga sih pas nyoba ni froyo. you know, karena itu pure froyo, jadi rasanya nyeh ga enak. dan thank God bukan gue yang nyoba pertama, tapi adek gue. wahahaha seharian, sebelom gue menemukan toping sirop yang enak, adek gue ga mau nyentuh tu froyo. dan sampe froyo itu abis, cuma gue doang yang makan paling banyak huahahahaha -evil laugh-

3. keripik kentang. asin asinnya yang mantap dapat membangitkan gairah belajar gue (i waw gairah) paling enak tuh rasa barbeque.

4. kamera. yoi ini yang paling gue demen. kalo gue udah mulai bosen sama tulisan tulisan di buku, gue pasti pasang kamera dan ber-deskcam ria. haha ya, deskcam, karena gue ga punya webcam hehe.

kedua, gue dijebak oleh kawan kawan gue dalam simulasi kebakaran. ceritanya terlalu panjang dan gue not in the mood to write all bout that. too much to tell. yang jelas gue awalnya mengira kalo gue diajak nonton dvd terus belajar. ternyata eh ternyata malah ada simulasi kebakaran ck gaul deh. gue lemes banget. gue kira bakalan kayak yang di pelm pelm. ada yang meledak DUAR trus gue dalam posisi sedang lari keluar dan meloncat untuk berlindung yg di slow motion seperti gambar di bawah ini.
menjijikan jugaliat muka gue jadi kayak gitu

kalo masih tertarik untuk mengetahui ceritanya, bisa liat di http://thintanteen.blogspot.com/ atau blognya Fariza icha yang gue lupa alamatnya. sori cha.

yang ketiga, gue pertama kalinya menang undian! wuhuuuu. 1 TIKET 2 DAY PASS JAVA SOULNATION berhasil gue dapetin. tapi gue masih bingung nanti mau sama siapa kesana. apalagi rumah gue jauh dari lokasi. yah lihat sajalah nanti.

yang keempat, emak gue ngelawak (lagi dan lagi)
me as m, mother as m

m: mbak dhia, kayaknya enak deh kalo yogurtnya dikasih sirop sama es batu terus di blender.
m: emang jd apa?
m: jadi ancur AHAHAHAHAHA
m: hehe (garuk garuk kepala)

nah, yang kelima dan sepertinya terakhir adalah: memory card kamera gue rusak. hidup gue berasa hancur berkeping keping setelah mengetahui fakta tersebut. gue, sebagai fotografer gadungan untuk kelas gue dan diri gue sendiri, sangat bergantung pada memory card dan kamera, semua fotografer pun begitu. coba bayangkan, lo punya kamera yang harganya jutaan tapi ga punya memorycardnya. percuma bukan? gitu juga sebaliknya. imagine lo punya memorycard yang memiliki kapasitas milyaran terabyte tapi ga punya kamera digital. ga guna kan? yah gitulah gue. apalagi pas bokap gue ngomong harga memorycardnya 250ribuan, huah meleleh gue. hasil deskcam ria gue bahkan belom sempet gue masukkin komputer! hiks padahal ada satu foto gue yang keren.

ck ya segitu aja postingan gue kali ini. seharusnya banyak yang gue ceritain, tapi gue lupa semua hehe. catch ya later guys!

keep smile pren